Februari 26, 2024

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Infeksi lambung merupakan masa yang akan datang bagi perempuan. Hal ini terjadi secara alami. Psikiater RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) dr dr Natalia Widiasih Raharjanti mengatakan, wanita seharusnya menghadapi stres saat memasuki masa menopause.

“Seorang wanita menopause bisa saja mengalami penyakit mental. Hal ini juga muncul akibat perubahan neurohormonal dan gejala fisik,” kata dr Natalia pada Eugenia Communications Tea Talk bertajuk “Menopause Bukan Akhir Hidup Wanita” di Jakarta, Kamis (30/1). 11/2023).

Banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya dan tingkat keparahan gangguan jiwa, seperti riwayat penyakit jiwa sebelumnya, status sosial ekonomi, berbagai tingkat gaya hidup, kebiasaan merokok, serta sikap dan pendapat mengenai menopause. Menopause merupakan proses biologis yang terjadi pada semua wanita, yang pertama kali teridentifikasi pada masa perimenopause. Pada masa perimenopause, seorang wanita akan mengalami beberapa gejala. Gejala-gejala ini akan terus berlanjut atau memburuk bahkan setelah menopause.

Oleh karena itu, sangat penting bagi wanita untuk mampu mengatasi kondisi ini, sebelum, saat, dan setelah menopause. Perubahan hormonal yang dialami wanita saat menopause menimbulkan gejala yang mengganggu produktivitas dan dapat menurunkan kualitas hidup.

Selain tes psikologi, pada wanita menopause pun terjadi perubahan fisik karena perubahan hormonal. Hal ini ditandai dengan peningkatan FSH dan LH, serta penurunan estrogen dan progesteron.

Kondisi ini akan menimbulkan berbagai perubahan fisik dan mental. Seorang wanita menopause mungkin mengalami gejala menopause yang menyusahkan karena perubahan citra tubuh yang menyertai proses penuaan.

Dari sisi psikologis, estrogen memiliki sifat neuroprotektif melalui mekanisme yang berbeda, seperti mengatur pertumbuhan sel otak dan mencegah kematian sel. Penurunan kadar estrogen akan menyebabkan penurunan efek neuroprotektif sehingga menyebabkan semakin banyak kematian sel saraf di otak.

“Hal ini akan menyebabkan penurunan fungsi mental dan kesulitan dalam berkomunikasi. Gangguan mental ini dapat menyebabkan depresi,” kata dr Natalia.

Selain itu, terdapat juga perubahan sosial yang terjadi pada ibu hamil, seperti munculnya penyakit sarang kosong, seperti anak yang tidak lagi tinggal bersama orang tuanya, stabilitas keuangan dan pekerjaan, tingkat pendidikan, kemandirian dan keinginan. kemandirian, kekerasan orang tua, perubahan orientasi seksual, isolasi dan harga diri, serta tuntutan masyarakat terhadap perempuan itu sendiri. “Situasi yang berbeda dapat dimanipulasi dan menciptakan rasa tidak aman. “Perasaan ini akan menimbulkan body image negatif, yaitu perasaan negatif terhadap situasi tersebut. makanlah sekarang,” katanya.

Mempersiapkan diri menghadapi menopause sangatlah penting karena ada berbagai masalah yang sering terjadi pada pasien wanita. Masih banyak masyarakat yang menganiaya perempuan yang melahirkan.

Selain itu, seringkali pasangan kurang terdidik mengenai situasi menopause, sehingga ibu hamil seringkali kurang mendapat dukungan dan merasa disalahpahami oleh pasangan dan keluarganya. Wanita pasca melahirkan juga seringkali memiliki harga diri yang rendah akibat citra tubuh yang buruk. Keadaan ini dapat menyebabkan gangguan jiwa, masalah perceraian, atau masalah dalam keluarga.

Persiapan pribadi dan lingkungan penting dalam mengelola stres yang terjadi selama dan setelah menopause. Pertama, kita harus tahu bahwa menopause terjadi pada hampir semua wanita, jadi kita tidak sendirian dalam hal ini. Kita juga perlu tahu bahwa ada orang-orang terdekat kita yang bisa mendukung kita.

Kedua, kita juga harus mengenal dan mencintai diri sendiri dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Jika kita ingin mengubah diri, kita bisa membuat tujuan yang bisa dicapai dan sesuai dengan kemampuan kita saat ini.

Terakhir, kita dapat meminta bantuan kepada tenaga kesehatan khusus seperti psikiater atau psikolog, apabila terdapat kendala dalam pelaksanaan bagian ini. Namun yang terpenting adalah lingkungan sosial sangat penting dalam mendukung wanita masa menopause agar lebih bahagia.

“Terapi pasangan akan sangat berguna bagi pasangan yang perlu belajar membangun komunikasi dan pengertian di antara pasangannya, guna membangun hubungan yang erat di masa menopause. Pentingnya ada banyak pengobatan untuk wanita dengan infertilitas,” kata dia. Dr. Natalya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *