Februari 25, 2024

JAKARTA – Ia merupakan perempuan yang bekerja di Hollywood sebagai produser televisi dan film untuk video musik dan lainnya. Wanita yang tumbuh dan hidup sebagai seorang Kristen ini berusaha mempengaruhi orang lain agar mengikuti keyakinannya.

“Saya seorang Kristen yang taat, saya juga mengajar Sekolah Minggu dan sebagainya,” ujarnya mengutip tayangan YouTube Hakim Kunci Masjid.

Ia kemudian menggarap acara HBO bersama rekannya, yang menarik rekannya adalah seorang Muslim. Maju cepat, ya?

Karena dia mempunyai rekan Muslim, dia mencoba meyakinkan rekannya untuk pergi ke gereja bersamanya. Agar rekannya melihat kebenarannya. Sayangnya, rekan Muslimnya menolak ajakannya saat itu.

“Saya bilang, terserahlah, Anda belum menandatangani kontrak seumur hidup. Anda hanya datang ke gereja selama satu jam pada hari Minggu dan itu tidak akan membunuh Anda jika Anda tidak menyukainya. “Jangan lakukan itu,” katanya.

Wanita itu kemudian bertanya-tanya mengapa rekannya menolak undangannya ke gereja. Ia pun bertanya-tanya apa yang membuat rekannya itu begitu melekat pada agamanya hingga ia tidak datang ke kelas.

“Saya bilang, oke, sekarang saya punya Alkitab dan saya bisa mengutip ayat-ayat Alkitab untuk Anda sepanjang hari, tapi itu tidak akan mempengaruhi Anda karena itu bukan Alkitab Anda. Itu bukan Alkitab Anda, kami bukan Kitab Suci Anda. “Apakah Anda peduli?” kata wanita ini.

Ia kemudian meminta rekannya untuk memberikan kitab sucinya, yakni Alquran. Dengan dalih bisa membaca kitab suci rekannya. Ia juga menyatakan bahwa tujuannya adalah membaca Al-Quran agar ia bisa berjuang dan membuktikan kepada rekan-rekannya bahwa Islam adalah agama yang tidak masuk akal dan membuat rekan-rekannya sadar dan menjadi Kristen.

Tapi ternyata itu senjata untukmu, itu saja. Berawal dari keinginan mengajak temannya masuk Kristen. Wanita yang kini berhijab itu datang ke masjid sendirian. Saat itu, ia bertemu dengan seorang pria dan memintanya untuk mengenakan jilbab saat hendak masuk masjid dan beraktivitas.

Wanita itu kemudian menyetujuinya. Dia juga terpesona dengan kebenaran Alquran yang akan dia gunakan untuk menyelidiki rekan-rekannya.

Dia dicuci otak oleh berita buruk media Barat tentang Muslim. Wanita itu mulai membaca Alquran. Kemudian ia merasakan banyak pertanyaan yang muncul mengenai agamanya dan hebatnya ia menemukan semua jawabannya dalam Al-Quran.

Kemudian segalanya menjadi lebih menarik baginya, lama-kelamaan ia merasa tidak bisa dipisahkan dari Alquran. Ia mengaku membaca Alquran beberapa kali untuk menyerap setiap kata di dalamnya.

Kemudian dia memutuskan untuk menjual semua miliknya untuk membeli tiket ke Maroko. Di Maroko tidak ada uang, tidak ada pekerjaan, tidak ada keluarga yang bisa beremigrasi. Saya pindah ke Maroko dan memutuskan untuk mengucapkan Syahadat setelah membaca Al-Quran di Cassablanca.

“Dua minggu setelah saya tiba di Maroko, saya merasa segalanya masuk akal, namun saya tahu bahwa saya harus menerima Syahadat dan menjadi seorang Muslim. Itu adalah keputusan yang serius. Jadi saya bilang, oke, saya tidak mau punya buku ini.” “Saya sudah 98 persen selesai dan kemudian saya menjadi seorang Muslim dan tiba-tiba rasanya akhir itu sudah berakhir. Oke, biar saya selesaikan lalu saya ucapkan Syahadat,” ujarnya.

Ia kemudian mengucapkan syahadat pada 31 Desember 2010. Denmark mengesahkan undang-undang yang melarang pembakaran Al-Quran Pada Kamis, 7 Desember 2023, Denmark secara resmi mengesahkan undang-undang yang melarang pembakaran kitab suci Al-Quran. kabarbin.com.co.id pada 10 Desember 2023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *